Latest on Instagram

AI music showdown: Suno clashes with major labels Universal & Sony over song sharing rules

Pertarungan musik AI: Suno berselisih dengan label besar Universal & Sony terkait aturan berbagi lagu

Estimated:  reading

Suno dilaporkan menghadapi penolakan dari Universal Music Group dan Sony Music Entertainment terkait satu masalah utama: apakah pengguna boleh dengan bebas membagikan lagu-lagu hasil AI yang dibuat di platform tersebut.

Menurut Financial Times, Universal tidak setuju dengan upaya Suno untuk memperluas pembagian musik yang diciptakan AI. Perselisihan yang dilaporkan berpusat pada apakah lagu-lagu yang dibuat di dalam aplikasi Suno harus tetap berada di dalam platform atau diizinkan untuk beredar lebih luas secara online.

Ketegangan tersebut telah menjadi bagian dari perdebatan industri yang lebih besar mengenai bagaimana alat musik AI seharusnya berfungsi. Label-label besar telah mengemukakan kekhawatiran bahwa pembagian tanpa batasan dapat melemahkan nilai musik asli, menciptakan persaingan bagi artis di platform streaming, dan mengaburkan batas antara eksperimen berlisensi dan karya turunan yang tidak sah.

Sebuah laporan dari Music Business Worldwide menambahkan bahwa UMG cenderung memilih model “walled garden” dalam kesepakatan AI-nya. Dalam skema tersebut, pengguna dapat berinteraksi dengan musik yang dihasilkan AI di dalam platform, tetapi tidak dapat mengunduh atau mendistribusikan karya-karya tersebut secara bebas ke tempat lain. Michael Nash, wakil presiden eksekutif dan kepala digital UMG, dilaporkan menggambarkan pendekatan tersebut sebagai cara untuk melindungi artis dari kanibalisasi langsung.

Namun, Suno secara terbuka mendukung pendekatan yang lebih terbuka. Kepala Divisi Musiknya, Paul Sinclair, menganjurkan “studio terbuka, bukan taman tertutup”, dengan memposisikan alat-alat AI sebagai bagian dari ekosistem kreator yang lebih luas, bukan sebagai platform tertutup.

Perbedaan ini semakin mencolok jika dibandingkan dengan perjanjian lisensi yang dilaporkan antara Warner Music Group dan Suno, yang memungkinkan pengguna untuk tetap menggunakan fungsi-fungsi utama seperti pembuatan lagu dan unduhan. Di sisi lain, kesepakatan UMG dengan platform pesaingnya, Udio, dilaporkan disertai dengan batasan unduhan yang lebih ketat.

Perdebatan ini juga menuai reaksi keras dari sebagian komunitas seniman. Sebuah koalisi perwakilan artis mengkritik Suno dalam surat terbuka berjudul “Say No to Suno”, menuduh platform tersebut membangun bisnisnya atas karya kreatif yang digunakan tanpa izin.

Untuk saat ini, pertarungan seputar berbagi musik AI masih jauh dari selesai. Namun, hasilnya berpotensi membentuk cara artis, label, dan penggemar berinteraksi dengan musik yang dihasilkan AI dalam beberapa tahun ke depan.