Alt rock duo Normatif capture the chaos of life with 2nd album 'Normatif II: Kejar Dunia 9-5' — listen

Duo alt-rock Normatif menangkap kekacauan kehidupan dalam album kedua mereka ‘Normatif II: Kejar Dunia 9-5’ — dengarkan

Estimated:  reading

Duo alt-rock Indonesia Normatif telah merilis album ultimate berjudul Normatif II: Kejar Dunia 9-5 yang menangkap kekacauan dan ketidakpastian masa transisi dari kehidupan kampus ke pekerjaan penuh waktu. Kedua saudara kandung, gitaris Adri dan vokalis Ical, mengandalkan pengalaman pribadi mereka dari fase tersebut untuk menghadirkan pengalaman mendengarkan yang autentik dan bermakna.

Normatif menggambarkan hubungan simbiosis antara akhir masa kuliah dan tahun pertama kehidupan kerja, menangkap betapa sibuknya tahap kehidupan tersebut. Sebagai sekuel dari album mereka tahun 2024 Kejar Dunia, rekaman ini mengisahkan narasi seorang mahasiswa yang lulus dengan harapan meraih stabilitas dan ideal masyarakat tentang “kehidupan yang sempurna.”

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Normatif (@normatif_)

Normatif II: Kejar Dunia 9-5 mengikuti kehidupan mahasiswa setelah lulus, berusaha menyesuaikan diri saat mulai menghadapi konsekuensi dari pilihannya. Album ini merupakan proyek jangka panjang bagi duo tersebut, karena proses pembuatannya memakan waktu dua tahun, dimulai saat mereka masih mahasiswa dan berlanjut hingga mereka menjadi karyawan penuh waktu.

Album ini menggambarkan ketegangan antara idealisme muda dan realitas dewasa, dengan lima lagu dari EP sebelumnya — ‘Menyembah Dunia,’ ‘Ijazah di Lemari Berdebu,’ ‘Alarm Berbunyi,’ ‘Kelas Pekerja,’ dan ‘Diantara Reruntuh’ — yang menggambarkan mimpi yang perlahan menghilang dan memudar dari pandangan. Lagu-lagu baru yang terdapat dalam album ini, seperti ‘Formatif,’ ‘Balap Tikus,’ ‘9 Pagi,’ ‘3 Tahun Lalu,’ dan ‘5 Sore,’ mengeksplorasi kebosanan, tekanan, dan penyesalan yang sunyi dalam kehidupan profesional awal.

Di inti album ini terdapat lagu utama ‘Balap Tikus.’ Lagu ini menyajikan komentar sarkastis tentang “perlombaan tikus” yang dapat dibentuk oleh kehidupan korporat. Ia menangkap tekanan besar yang dapat ditimpakan pada seseorang yang terikat di meja kerja dari jam sembilan hingga lima, saat mereka mengejar pengakuan dari atasan dan promosi untuk mendapatkan keunggulan, karena menjadi alami bagi mereka untuk terus fokus pada target-target tersebut dalam upaya mencapai blok keju yang lezat berupa kehidupan yang stabil.

Dengan perilisan Normatif II: Kejar Dunia 9-5, penggemar dapat memperoleh CD fisik dan merchandise eksklusif. Duo ini juga mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan tur nasional di Indonesia pada awal 2026.

Melalui Normatif II: Kejar Dunia 9-5, Normatif berbicara kepada para underdog — mereka yang bekerja keras di balik meja, mengejar kenaikan gaji, mobil, rumah, dan impian untuk “menetap” — menantang mindset bahwa ini adalah tujuan akhir.