YE (Kanye West) akan menggelar konser perdananya di Indonesia pada 24 Oktober di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), dengan membawa panggung 360 derajat Globe Stage-nya ke venue yang mampu menampung hingga 77.000 penggemar. Konser ini saat ini merupakan satu-satunya perhentian di Asia Tenggara yang telah diumumkan, menjadikan Jakarta sebagai pusat rencana tur regionalnya yang langka.
Bagi promotor Raw Vision Collective, konser ini lebih dari sekadar pertunjukan satu malam. Dipimpin oleh CEO Micha Nanda dan Chief Marketing Officer Karen Tjahja, kolektif ini memandang konser ini sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa Jakarta mampu menjadi tuan rumah produksi global berskala besar sekaligus menarik perhatian pada budaya kreatif kota ini secara lebih luas. Permintaan awal menunjukkan bahwa ambisi tersebut sudah mulai terwujud, dengan pembelian tiket datang dari seluruh kawasan Asia Pasifik dan bahkan di luar wilayah tersebut, sementara Kategori 4 — kategori dengan harga paling terjangkau — hampir habis terjual.
Di sini, Raw Vision Collective menelusuri perjalanan mereka mulai dari pertemuan dengan YE di AS dan melihat langsung Globe Stage di Kazakhstan hingga realitas memproduksi pertunjukan stadion bersama tim lokal dan internasional. Sepanjang perjalanan tersebut, kolektif ini merefleksikan posisi Jakarta yang semakin menonjol dalam peta tur, nilai pariwisata konser, serta arti proyek-proyek seperti ini bagi ekosistem musik live di Indonesia.

YE LIVE IN JAKARTA adalah satu-satunya perhentian YE di Asia Tenggara yang telah diumumkan. Bisakah kalian menceritakan bagaimana kesempatan ini pertama kali muncul?
Kesempatan ini berkembang seiring waktu melalui percakapan, hubungan, dan kepercayaan. Kami pergi ke AS untuk bertemu YE dan timnya, berbagi visi kami untuk Indonesia, serta mendiskusikan apa saja yang diperlukan untuk menghadirkan produksi berskala sebesar ini ke Jakarta. Sebagai bagian dari perjalanan tersebut, kami juga menghadiri pertunjukan YE di luar negeri untuk merasakan langsung produksi tersebut. Baru-baru ini, tim Raw Vision Collective melakukan perjalanan ke Almaty, Kazakhstan, untuk melihat secara dekat pelaksanaan terbaru Globe Stage dan bertemu dengan sirkel kreatif YE, termasuk Tony Williams dan Andre Troutman. Kehadiran kami di sana memberi pemahaman yang jauh lebih jelas tentang bagaimana pengalaman pertunjukan langsung YE terwujud, mulai dari Globe Stage dan elemen teknis hingga produksi secara keseluruhan serta pengalaman penonton, dan membantu kami melihat secara lebih praktis apa saja yang perlu dipersiapkan di tingkat lokal.
Pada saat yang sama, kami memandang hubungan ini sebagai pertukaran budaya dua arah. Sementara kami belajar dari YE dan timnya mengenai visi kreatif di balik pertunjukan tersebut, kami juga ingin memperkenalkan budaya dan seni Indonesia kepada YE. YE secara konsisten mengambil inspirasi dari berbagai budaya dan disiplin kreatif di seluruh dunia, mulai dari referensi visual seputar BULLY—yang terinspirasi dari gulat tradisional Meksiko—hingga apresiasinya terhadap seni, arsitektur, dan fotografi Jepang, termasuk tokoh-tokoh seperti Daido Moriyama dan Tadao Ando.
Menariknya, sudah ada keterkaitan dengan Indonesia. Lagu 'Jukebox Joints', hasil kolaborasi YE dengan A$AP Rocky, menggunakan sample dari lagu 'Doa Untuk Kekasih' karya band Indonesia Rasela. Bagi kami, hal ini menjadi titik awal yang menarik untuk memperkenalkannya pada lebih banyak lagi warisan kreatif Indonesia. Kami sedang mempersiapkan pilihan musik, seni, dan referensi budaya Indonesia dari berbagai era untuk dibagikan kepada YE, dan kami berharap hal ini memberinya kesempatan untuk lebih jauh menjelajahi kekayaan budaya Indonesia serta mungkin menemukan inspirasi yang dapat menjadi bagian dari karya kreatifnya di masa depan. Ini bukan hanya tentang membawa dunia kreatif YE ke Indonesia, tetapi juga tentang menunjukkan apa yang dapat Indonesia tawarkan ke panggung global.
Pada titik mana kalian menyadari bahwa ini adalah kemungkinan yang realistis, bukan sekadar ambisi?
Sebenarnya tidak ada satu momen pun di mana semuanya tiba-tiba menjadi nyata. Hal ini terjadi selangkah demi selangkah, dimulai dengan percakapan dan pembentukan hubungan dengan tim manajemen YE. Salah satu momen yang sangat berkesan adalah ketika kami diundang untuk bertemu YE secara langsung di AS saat ia sedang menggarap sebuah video musik. Hingga saat itu, sebagian besar percakapan kami dilakukan dengan tim manajemennya, sehingga akhirnya bisa bertemu YE secara langsung terasa seperti momen penting dalam perjalanan ini.
Selama pertemuan itu, YE mengajukan pertanyaan yang sangat sederhana namun penting kepada kami: “Mengapa saya harus datang ke Jakarta?” Pertanyaan itu membuka percakapan yang jauh lebih langsung mengenai Indonesia, penontonnya, energi budayanya, bakat kreatifnya, serta alasan kami meyakini bahwa Jakarta mampu menyelenggarakan produksi berskala sebesar ini. Dari situ, segalanya menjadi semakin konkret, berlanjut ke pembahasan mendetail seputar produksi, tempat pertunjukan, logistik, persyaratan teknis, dan jadwal. Melihat Globe Stage secara langsung di Almaty juga memberi kami pemahaman yang jauh lebih jelas tentang apa yang diperlukan untuk menghadirkan pengalaman tersebut ke Jakarta. Kombinasi antara percakapan pribadi dengan YE, diskusi produksi yang semakin mendetail, dan melihat pertunjukan dari dekatlah yang membuat peluang ini terasa jauh lebih nyata.
View this post on Instagram
Lalu, mengapa Jakarta adalah kota yang tepat untuk pertunjukan ini, dan apa yang membuat Raw Vision Collective menjadi tim yang tepat untuk mewujudkannya?
Bagi kami, yang membuat Jakarta menarik adalah kombinasi antara penonton, energi budaya, dan skalanya. Indonesia memiliki penonton musik yang besar dan sangat antusias, didukung oleh ekosistem kreatif yang kuat di bidang musik, mode, seni, dan budaya. Jakarta juga memiliki infrastruktur yang dibutuhkan untuk produksi sebesar ini, dengan Stadion GBK yang menyediakan kapasitas dan skala yang diperlukan untuk pertunjukan stadion internasional berskala besar.
Yang terpenting, kami memandang ini sebagai peluang untuk menampilkan apa yang dapat ditawarkan Jakarta dan Indonesia sebagai destinasi musik live internasional. Kami sudah melihat minat dari pasar luar negeri, termasuk Singapura, Australia, Filipina, Vietnam, dan negara-negara lain, yang menunjukkan bahwa peluang ini melampaui penonton domestik. Penggemar yang datang khusus untuk konser juga dapat menikmati kuliner, budaya, mode, keramahan, dan scene kreatif Jakarta, sehingga menjadikan kota ini bagian dari perjalanan mereka secara keseluruhan.
Hal ini mencerminkan apa yang diperjuangkan oleh Raw Vision Collective. Kami percaya bahwa musik live dapat menawarkan lebih dari sekadar pengalaman konser konvensional. Sebagai kolektif kreatif, kami bertujuan untuk membangun pengalaman budaya yang menyatukan musik, seni, kuliner, perjalanan, dan komunitas dengan cara yang lebih imersif dan bermakna. YE sangat cocok dengan visi tersebut karena karyanya selalu melampaui ranah musik, dengan memadukan seni visual, mode, desain panggung, dan penceritaan. Jadi bagi kami, YE LIVE IN JAKARTA bukan hanya tentang menghadirkan artis internasional ternama ke Indonesia, tetapi juga tentang menunjukkan apa yang dapat ditawarkan Jakarta dan Indonesia kepada penonton serta tim tur internasional.

Adakah momen selama proses perencanaan di mana kalian berpikir konser ini mungkin tidak akan terlaksana?
Momen pertama dan paling krusial adalah meyakinkan YE bahwa Jakarta adalah tempat yang tepat untuk pertunjukan ini. Begitu komitmen itu tercapai, fokus pun beralih ke mewujudkan visi tersebut. Sejak saat itu, kami telah bekerja sama erat dengan tim YE dan para profesional produksi Indonesia untuk memahami persyaratan teknis serta segala hal yang diperlukan guna menyelenggarakan pertunjukan berskala sebesar ini. Ada banyak hal yang harus dikerjakan di balik layar, mulai dari produksi dan logistik hingga keselamatan dan pengelolaan penonton, dan fokus kami adalah memastikan semuanya berjalan dengan lancar. Pada akhirnya, semua persiapan itu bermuara pada satu hal: memberikan pengalaman yang benar-benar tak terlupakan kepada para penggemar di Jakarta.
View this post on Instagram
Globe Stage telah menjadi ciri khas pertunjukan-pertunjukan YE belakangan ini. Apa saja tantangan logistik dan teknis terbesar dalam menghadirkan produksi seperti ini ke Indonesia?
Globe Stage jelas merupakan salah satu elemen yang paling kami nantikan untuk dibawa ke Jakarta. Panggung ini telah menjadi bagian yang sangat menentukan dalam pertunjukan-pertunjukan YE belakangan ini, dan mengalaminya secara langsung sangat berbeda dengan menonton pertunjukan stadion konvensional. Yang membuatnya istimewa adalah konsep 360 derajat. Alih-alih panggung tradisional yang menghadap ke depan, Globe Stage menciptakan lingkungan yang imersif di mana produksi mengelilingi penonton, menyatukan pertunjukan, visual, pencahayaan, audio, dan efek piroteknik menjadi satu pengalaman yang terintegrasi.
Setelah menghadiri beberapa pertunjukan YE di luar negeri, termasuk pertunjukan terbaru di Almaty, kami dapat melihat secara langsung betapa rumitnya produksi ini dan bagaimana setiap elemen harus bekerja sama. Apa yang dilihat penonton di atas panggung hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan cerita. Mulai dari struktur dan sistem kelistrikan hingga audio, pencahayaan, efek khusus, logistik, pengaturan penonton, dan keselamatan, setiap detail harus selaras.
Sebagian besar keberhasilan ini berkat keahlian tim produksi Indonesia kami. Mereka bekerja sama erat dengan tim produksi internasional YE dan GBK untuk mewujudkan pertunjukan ini di Jakarta. Mereka memahami lingkungan lokal, persyaratan teknis, serta apa yang diperlukan untuk menyelenggarakan pertunjukan berskala besar ini dengan aman dan profesional. Namun, ambisi kami tidak hanya sebatas menghadirkan Globe Stage itu sendiri. Kami ingin YE LIVE IN JAKARTA terasa sebagai pengalaman yang lengkap, terutama bagi para penggemar yang datang dari luar Indonesia — pengalaman yang melampaui batas stadion dan lebih dari sekadar satu malam.
View this post on Instagram
Berapa banyak bagian dari produksi ini yang dibawa dari luar negeri, dan berapa banyak yang dibangun atau didukung oleh kru lokal Indonesia?
Ini benar-benar sebuah produksi kolaboratif, dan itulah salah satu hal yang sangat kami hargai dari proyek ini. Beberapa elemen khusus secara alami dibawa bersama produksi YE agar pertunjukan ini dapat mempertahankan standar teknis dan kreatifnya. Di saat yang sama, produksi stadion berskala sebesar ini membutuhkan keterlibatan Indonesia yang signifikan di berbagai bidang, mulai dari produksi, logistik, operasional venue, keamanan, layanan tamu, transportasi, hingga bidang-bidang lainnya.
Kami tidak menetapkan persentase tertentu untuk pembagian tersebut karena produksi terus berkembang seiring mendekatnya waktu pertunjukan. Yang paling penting adalah bagaimana kedua tim bekerja sama. Para profesional Indonesia memperoleh pengalaman langsung bersama produksi tur internasional, sementara tim internasional mendapat manfaat dari keahlian lokal dan pengetahuan pasar. Pertukaran tersebut penting bagi kami karena tujuannya bukan hanya menyelenggarakan satu konser yang hebat, tetapi juga membangun pengalaman dan kemampuan yang dapat mendukung produksi kelas dunia di Indonesia di masa depan.
View this post on Instagram
Raw Vision Collective mendeskripsikan dirinya sebagai kolektif budaya yang berorientasi pada tujuan, bukan sekadar promotor acara. Apa arti perbedaan tersebut dalam praktiknya?
Raw Vision Collective didirikan dengan keyakinan bahwa musik live dapat menawarkan lebih dari sekadar pengalaman konser konvensional. Kami memandang diri kami bukan sekadar promotor, melainkan sebagai kolektif kreatif yang menyatukan musik, produksi, budaya visual, suasana, dan pengalaman penonton dengan cara yang lebih imersif dan bermakna.
Hal itu dimulai dari para artis dan proyek yang kami pilih untuk dikerjasamakan. Kami tertarik pada artis yang memiliki identitas kreatif yang kuat dan sudut pandang yang khas, tidak hanya dalam musik mereka, tetapi juga dalam cara mereka mendekati pertunjukan, produksi, dan budaya. Hal ini mencakup mulai dari tokoh global seperti YE hingga artis musik elektronik berpengaruh seperti Jeff Mills dan Moodymann, yang masing-masing telah membentuk musik dan budaya dengan caranya sendiri.
Dalam praktiknya, hal ini juga berarti berpikir melampaui apa yang terjadi di atas panggung. Kami memperhatikan seluruh perjalanan penonton — bagaimana orang-orang menemukan pengalaman tersebut, bagaimana mereka memasuki dan berinteraksi dengan ruang tersebut, bagaimana produksi mewujudkan visi seniman, dan pada akhirnya apa yang mereka peroleh darinya. Raw Vision memiliki visi yang independen, serius dalam hal standar produksi, dan berkomitmen untuk membangun pengalaman musik live yang terasa khas, penuh pertimbangan, dan relevan bagi penonton masa kini.
Seperti yang kalian sebutkan, Raw Vision telah menyelenggarakan proyek-proyek seperti listening party resmi BULLY dan pertunjukan Jeff Mills di Jakarta. Bagaimana pengalaman-pengalaman tersebut membentuk pendekatan kalian dalam memproduksi acara internasional berskala besar?
Untuk setiap proyek, kami memberikan perhatian penuh pada seluruh perjalanan penonton, mulai dari musik dan desain produksi hingga energi ruang dan cara orang-orang menikmati pertunjukan. Setiap proyek telah mengajarkan kami hal yang berbeda tentang menciptakan pengalaman budaya yang bermakna.
Acara listening party resmi BULLY menunjukkan kepada kami betapa kuatnya kekuatan musik dalam menyatukan orang-orang serta menciptakan pengalaman yang terasa otentik bagi sang artis dan relevan bagi penonton. Jeff Mills menegaskan pelajaran penting lainnya: ketika bekerja sama dengan artis internasional, menghormati visi kreatif sang artis sama pentingnya dengan menghadirkan produksi berstandar kelas dunia. Proyek-proyek tersebut juga membantu kami memperdalam pemahaman tentang produksi, pengalaman penonton, serta kolaborasi antara tim internasional dan tim Indonesia.
YE LIVE IN JAKARTA jelas berada pada skala yang sama sekali berbeda, tetapi prinsipnya tetap sama: memahami visi artis, membangun tim yang tepat di sekitarnya, dan menciptakan pengalaman yang akan diingat oleh penonton.

Selain penonton dari Indonesia, penonton dari mana lagi yang kalian harapkan akan datang ke pertunjukan ini, dan mengapa pariwisata regional menjadi bagian yang begitu penting dari strategi kalian?
Kami sangat terinspirasi oleh minat internasional yang kami terima sejauh ini. Sejak awal, kami memandang YE LIVE IN JAKARTA lebih dari sekadar konser di Indonesia. Ini akan menjadi konser pertama YE di Indonesia, yang membuat momen ini sangat istimewa bagi penggemar lokal sekaligus menciptakan kesempatan bagi penonton dari luar negeri untuk menikmati pertunjukan ini di sini.
Tanda-tanda awalnya cukup menggembirakan. Kami melihat adanya minat baik dari pasar Indonesia maupun luar negeri, termasuk Singapura, Australia, Filipina, Vietnam, bahkan UEA, serta negara-negara lainnya. Kami belum membagikan angka penjualan tiket terperinci per negara pada tahap ini, tetapi jangkauan geografisnya sudah menunjukkan bahwa antusiasme ini telah melampaui batas Indonesia.
Yang membuat kami antusias adalah peluang yang lebih besar di balik hal tersebut. Seorang penggemar mungkin datang ke Jakarta karena YE, tetapi selama berada di sini, mereka juga dapat menikmati kuliner, budaya, mode, keramahan, dan scene kreatif kota ini. Artinya, dampaknya tidak berhenti di stadion. Dampak tersebut dapat meluas ke sektor penerbangan, hotel, F&B, transportasi, ritel, dan bisnis lokal lainnya.
Sebuah produksi yang sukses dalam skala sebesar ini juga dapat menunjukkan bahwa negara ini memiliki penonton, infrastruktur, skala, dan talenta lokal yang diperlukan untuk menyelenggarakan produksi internasional berskala besar, sekaligus membangun kepercayaan yang lebih besar di antara tim tur internasional terhadap pasar ini. Dalam jangka panjang, kami berharap hal ini dapat membantu menjadikan Asia Tenggara sebagai bagian yang lebih alami dari rute tur global, dengan Indonesia memainkan peran yang berarti dalam pertumbuhan tersebut.
View this post on Instagram
Terakhir, jenis artis atau proyek budaya seperti apa yang kalian harapkan dapat dikaitkan dengan Raw Vision Collective dalam beberapa tahun ke depan?
Kami sangat antusias menanti apa yang akan terjadi selanjutnya, namun alih-alih langsung menyebut nama-nama tertentu, kami lebih fokus memikirkan jenis pengalaman yang ingin kami ciptakan. Kami ingin bekerja sama dengan para seniman dan proyek-proyek yang menghadirkan pengalaman budaya kelas dunia ke Indonesia sekaligus membuka peluang bagi talenta Indonesia, para profesional di bidang produksi, dan ekosistem kreatif secara luas.
YE LIVE IN JAKARTA merupakan langkah penting ke arah tersebut karena acara ini mempertemukan keahlian tur internasional dengan para profesional Indonesia dalam sebuah produksi berskala besar. Setiap kolaborasi yang sukses membantu membangun kemampuan, pengalaman, dan kepercayaan diri yang lebih besar untuk proyek berikutnya.
Dalam beberapa tahun ke depan, kami berharap Raw Vision dapat dikaitkan dengan proyek-proyek yang ambisius, bermakna secara budaya, dan mampu menciptakan dampak yang melampaui acara itu sendiri. Bagi kami, kesuksesan berarti melihat lebih banyak artis dan produksi kelas dunia memilih Indonesia, dengan para profesional lokal memainkan peran yang semakin penting dalam mewujudkan pengalaman-pengalaman tersebut.
Like what you read? Show our writer some love!
2
