Indonesian emo pioneers Beeswax return with full-length self-titled album — listen

Beeswax kembali dengan album self-titled — dengarkan

Estimated:  reading

Merayakan karier selama 12 tahun yang dipenuhi pencapaian penting, serta dikenal sebagai salah satu band emo paling produktif di kancah musik Indonesia, Beeswax kembali lagi untuk membuktikan status legendaris mereka saat meluncurkan album penuh self-titled.

Sejak debut mereka, Beeswax telah melalui perjalanan evolusioner yang membawa mereka ke puncak kesuksesan yang melampaui batas dan merangkul pertumbuhan. Selama 12 tahun sebagai band, Beeswax telah menghadapi masa-masa baik dan buruk, menyalurkan emosi tersebut ke dalam penciptaan lagu-lagu hits yang benar-benar menangkap esensi mereka melalui setiap trek, mewakili diri mereka yang paling murni dan autentik.

Sebelum perilisan album, trio ini merilis tiga single pra-rilis yang memukau, termasuk ‘THE BRIDGE OF THE EMPTYNESS’, ‘TAKE ME HOME’, dan akhirnya ‘THE MOST PATHETIC ONE ON PLANET’. 'THE MOST PATHETIC ONE ON PLANET' menonjol sebagai salah satu sorotan dalam album ini karena menampilkan kolaborasi Beeswax dengan Dochi Sadega yang menggambarkan perjuangan menyaksikan seseorang menderita dari jarak dekat. Lagu ini selaras dengan narasi utama album tentang memperluas perspektif dan menghadapi hidup dengan kedewasaan, melihat segala sesuatu melalui filter realitas.

Proyek ini, yang sepenuhnya dikerjakan oleh para anggotanya selama tiga bulan, menampilkan proses produksi yang sepenuhnya mandiri yang menonjolkan visi artistik dan pendekatan praktis mereka. Dengan sesi rekaman yang digelar di Surabaya dan Malang serta dukungan dari tim kreatif yang berdedikasi, rilisan ini mencerminkan kolaborasi sekaligus kreatif.

Beeswax terus melangkah maju dengan meninjau kembali karya-karya masa lalu dari sudut pandang baru, menjembatani nostalgia dan makna baru lintas generasi.