Bagi no na, kembali ke Head In The Clouds terasa seperti pulang ke rumah. Girl group populer asal Indonesia ini memandang festival 88rising di Los Angeles lebih dari sekadar satu perhentian dalam kalender tur mereka — ini adalah reuni dengan sesama artis, rekan kolaborasi, dan komunitas yang telah mengikuti perjalanan mereka selama ini.
Penampilan tahun ini juga menandai dimulainya babak baru yang menarik. Baru saja mengumumkan album debut mereka, island girl, yang akan dirilis pada 18 September melalui 88rising, kuartet ini bersiap untuk menghadirkan energi yang penuh percaya diri dan ceria — serta kebanggaan Indonesia yang melimpah — ke panggung festival.
Menjelang penampilan mereka, no na berbincang dengan Bandwagon mengenai tamu kejutan impian mereka, momen-momen pertunjukan yang patut dinantikan oleh penggemar, serta arti penting menempatkan +62 di peta musik pop global.
Head In The Clouds mempertemukan para artis dari seluruh Asia dan diaspora dalam satu tempat. Melihat lineup tahun ini, siapa yang paling kalian nantikan untuk ditonton secara langsung, dan mengapa?
Jujur saja, lineup HITC selalu terasa seperti reuni keluarga bagi kami, karena kami juga bertemu di festival tahun lalu. Kami sangat antusias untuk bertemu kembali dengan Brian — ia sebenarnya menyanyikan vokal latar di single baru kami, 'honk!'
Jika Head In The Clouds memiliki “panggung kejutan impian”, siapa yang ingin kalian lihat tampil di sana?
Jika HITC memiliki panggung kejutan impian, kami sangat ingin melihat Silk Sonic!
Setiap festival punya ciri khasnya sendiri. Kalau kamu harus menggambarkan suasana yang ingin kalian ciptakan di Head In The Clouds hanya dengan tiga kata, apa saja kata-kata itu?
Percaya diri, ceria, gadis pulau — bolehkah itu dihitung sebagai satu kata? (Tertawa)
Festival sering kali dihadiri oleh penggemar yang mungkin baru pertama kali menonton penampilan live kalian. Lagu atau momen apa dalam set kalian yang kalian harap akan mereka ingat setelah pulang?
Mungkin sama-sama menarik antara membawakan lagu baru kami, ‘honk!’, dan koreografi untuk sesi dansa kami. Ini adalah penampilan pertama kami sejak mengumumkan album debut kami, island girl, yang akan dirilis pada 18 September melalui 88rising, jadi kami sangat bersemangat untuk merayakannya bersama semua orang.
View this post on Instagram
Sebagai grup asal Indonesia yang tampil di Head In The Clouds, apa artinya bagi kalian untuk membagikan sebagian dari Asia Tenggara kepada penonton global?
Sejujurnya, segalanya. Kami tumbuh dengan harapan agar dunia melihat Indonesia lebih dari sekadar latar belakang yang indah — kami ingin orang-orang mendengarnya, merasakan irama kami, melihat tarian kami, dan menyatukan budaya kami ke dalam musik pop yang bisa bersaing dengan penampil lain di lineup tersebut. Setiap panggung yang kami dapatkan adalah satu kesempatan lagi untuk menempatkan +62 di peta dunia, dengan cara kami sendiri.
Like what you read? Show our writer some love!
-