Regina Song gets lost in the maze of love on whimsical sophomore album 'everland' — listen

Regina Song tersesat dalam labirin cinta di album keduanya yang penuh imajinasi, ‘everland’ — dengarkan

Estimated:  reading

Putri pop Singapura, Regina Song, telah merilis album keduanya, everland, sebuah karya musik yang penuh mimpi tentang masa remaja yang mengubah cinta, patah hati, dan proses tumbuh dewasa menjadi negeri ajaib kenangan tempat Anda bisa tersesat. 

Jika album debutnya, fangirl, menangkap fantasi kerinduan dari kejauhan, everland memasuki kekacauan indah yang terjadi saat cinta menjadi nyata. Melalui 11 lagu, Regina menjelajahi percikan cinta di tepi pantai, pusaran emosi, perpisahan yang sunyi, dan perasaan-perasaan yang enggan memudar. 

Terinspirasi oleh Alice in Wonderland, album ini terungkap layaknya labirin romansa dan penemuan diri. Lagu-lagu seperti ‘Kisses By The Shore’, ‘Mourning Rain’, ‘Mars’, dan ‘But What Do You Think?’ membangun semesta pop surealis yang dipenuhi dengan petunjuk tersembunyi dalam lirik, gambaran alam, serta gaya bercerita khas Regina yang mirip catatan harian. 

Ditulis oleh Regina sendiri, dengan ‘Dreamer’s Song’ yang ditulis bersama Alicia DC, everland juga menampilkan produksi dari Ian Lee, Alicia DC, dan Regina. Album ini menjadi kelanjutan dari EP-nya tahun 2025, the gates, yang pertama kali membuka pintu menuju era ini.

Album ini menandai momen penting lainnya bagi Regina, yang berhasil menembus ketenaran berkat lagu viral ‘the cutest pair’. Sejak saat itu, ia telah menduduki puncak playlist Viral 50 Global di Spotify, mengumpulkan lebih dari 100 juta streaming, meraih pengakuan dari Spotify RADAR dan EQUAL, menyelesaikan tur Asia Tenggara yang tiketnya habis terjual, serta tampil di Wanderland Festival dan LaLaLa Festival.