SEVENTEEN's V8 unveil self-titled debut mini album alongside power-packed MV for lead single 'singasong'

V8 SEVENTEEN merilis mini album debut berjudul sama bersamaan dengan MV yang penuh energi untuk single utama ‘singasong’

Estimated:  reading

Subunit V8 dari SEVENTEEN menjadi sorotan saat mereka merilis mini album debut mereka, V8. Terdiri dari anggota VERNON dan THE 8, duo ini menyalurkan energi menggelegar layaknya mesin V8 bertenaga tinggi dalam setiap lagu yang tercantum dalam tracklist album ini.

Album ini mengabadikan kebahagiaan masa muda, mendorong pendengar untuk melepaskan rasa takut dan merangkul kegembiraan setiap hari baru. Dengan memadukan tekstur elektronik berlapis dan lirik yang serba bisa, album ini menceritakan kisah yang tetap setia pada tema utamanya sekaligus pengalaman pribadi grup ini. “Kami benar-benar ingin menceritakan kisah yang otentik. Saat mengenang masa-masa yang telah kami lalui dan bagaimana hal itu membawa kami menjadi seperti sekarang ini, secara alami kami sampai pada tema ini—bagaimana pengalaman masa muda kami mendorong kami untuk terus maju," kata V8. 

Inti dari album ini adalah single utama ‘singasong’ yang membawa pendengar ke masa keemasan EDM dengan melodi yang adiktif dan irama synth yang energik, menjadikan lagu ini sebagai lagu andalan yang siap mengguncang lantai dansa. Diproduksi oleh DJ dan produser asal Jerman, Mechatok, lagu ini memberikan penghormatan kepada legenda musik tersebut dalam liriknya saat mereka menyanyikan, “I feel like Mechatok.” Video musik yang menyertai lagu ini menangkap estetika awal tahun 2000-an saat V8 menjelajahi tempat pembuangan barang rongsokan, sesi karaoke yang kacau, balapan drag dalam demolition derby, dan banyak lagi. Estetika video yang kasar dan pemberontak berpadu sempurna dengan suasana lagu yang nostalgia dan edgy.

Selain single utama yang penuh semangat, album ini menampilkan tujuh lagu lainnya yang mencerminkan keahlian artistik duo ini; mereka mempertahankan musik elektronik sebagai inti album sambil merangkul eksperimen lintas genre, serta menyisipkan berbagai bahasa ke dalam lagu-lagu tersebut untuk menciptakan atmosfer sonik yang membenamkan pendengar ke dalam dunia V8. Album ini dibuka dengan irama ceria dari ‘Friend’ sebelum beralih ke nuansa hip-hop yang membara dalam ‘BEAT’. Lagu solo VERNON, ‘mia’, merupakan perwujudan sempurna dari hyperpop dengan melodi yang penuh warna dan ketukan yang mudah diingat, yang menciptakan energi yang menyenangkan berkat aransemen musik ‘coloring’ yang bertekstur dan berfokus pada hi-hat. 

Mempertahankan energi nostalgia yang seolah-olah tersembunyi di balik permukaan album ini, ‘girlsnboys’ merupakan penghormatan sempurna terhadap musik hip-hop era 90-an dan Y2K, dengan elemen synth yang menguasai lagu tersebut. ‘8DM’ adalah lagu hits bergenre techno yang merupakan lagu solo dari THE 8, yang mengalir mulus ke dalam permata mahkota EDM ‘rat race’ yang membawa pendengar kembali ke kehangatan yang kental dari era 2015.

Karena VERNON dan THE 8 sama-sama berperan dalam produksi album ini, mereka memberikan gambaran mengenai proses di balik layar pembuatan album tersebut, “Kami mencoba banyak pendekatan baru, sering kali memilih arah baru daripada yang sudah biasa, seperti mengeksplorasi beragam suara elektronik dan menggunakan bahasa yang berbeda dalam lirik. Memang tidak mudah menyempurnakan detail-detail yang sangat teliti sendiri dan bertukar pendapat dengan semua pihak yang terlibat, tetapi hal itu justru membuat prosesnya semakin menyenangkan dan memuaskan.” 

Bersama V8, VERNON dan THE 8 melepaskan diri dari konvensi, merangkul eksperimen berani sambil tetap setia pada pengalaman-pengalaman yang telah membentuk mereka sebagai seniman. Dengan memadukan pengaruh elektronik bernuansa nostalgia, lompatan genre yang berani, dan penceritaan yang sangat personal, duo ini meninggalkan kesan pertama yang mencolok, membuktikan bahwa V8 lebih dari sekadar sub-unit; ini adalah awal dari babak kreatif baru yang menarik.