Setelah muncul tuduhan bahwa Ketua HYBE Bang Si-Hyuk mengantongi lebih dari 127 juta dolar AS dari skema penipuan investor, polisi Korea Selatan telah meluncurkan penyelidikan terhadap tuduhan tersebut, yang berujung pada upaya mereka untuk mendapatkan surat perintah penangkapan terhadapnya.
Sebagai organisasi di balik grup K-pop bertabur bintang BTS, HYBE merupakan salah satu label rekaman terkemuka di Korea Selatan. Sejak November 2025, polisi Korea Selatan telah menyelidiki aktivitas Bang Si-Hyuk setelah ia diduga menyesatkan investor HYBE dengan menyatakan bahwa korporasi HYBE tidak akan go public, sehingga mendorong mereka untuk melepas saham mereka dan menjualnya kepada dana ekuitas swasta.
Laporan menyebutkan bahwa dana tersebut menghasilkan keuntungan sekitar 200 miliar won bagi Bang, melalui kesepakatan yang tidak diungkapkan yang memberinya hak atas 30% dari keuntungan penjualan saham pasca-IPO. Konspirasi dan penyembunyian kesepakatan terpisah ini memicu tuduhan terhadapnya, sehingga memicu penyelidikan menyeluruh terhadap tokoh industri tersebut.
Per 21 April, kepolisian Korea Selatan telah meminta jaksa penuntut umum untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Bang Si-Hyuk. Tanpa adanya pernyataan resmi dari HYBE maupun Bang secara langsung, masa depan label tersebut tampak tidak pasti karena ketua mereka dituduh melakukan penipuan dalam skala besar. Dengan era comeback BTS yang baru saja dimulai dan artis-artis seperti KATSEYE, SEVENTEEN, LE SSERAFIM, dan lainnya di bawah naungan label tersebut, insiden ini membayangi apa yang akan terjadi selanjutnya bagi HYBE.
Like what you read? Show our writer some love!
1