Sejak debut Tilly Birds dengan single-single berbahasa Inggris mereka, trio dinamis ini kembali ke akar mereka dengan album debut penuh berbahasa Inggris mereka I’ll Remember To Forget You.

Album berisikan 13 lagu ini membawa pendengar dalam perjalanan musik yang mengeksplorasi tema ketegangan manis-pahit antara keinginan untuk melangkah maju, namun tidak mampu melepaskan kenangan yang masih membekas. Album ini dibuka dengan nada-nada introspektif dari ‘Dearest Tears’. Di momen kesepian dan patah hati, air mata menjadi pengingat sunyi bahwa merasakan sakit berarti hati kita masih hidup. Melodi mengalir ke lagu berikutnya, ‘Our Happy Place’, menggambarkan kekacauan terorganisir yang menjadi kehidupan saat kita mencari tempat di mana kita akhirnya bisa bebas, tak terikat oleh kewajiban, bebas untuk membiarkan jiwa kita terbang.
Serangkaian singel pra-album yang dirilis sebelum album tersebut meliputi ‘White Pills’, ‘RETRO-39’, ‘Never A Waste Of Time’, ‘Heaven (feat. BEN&BEN)’, dan ‘Call It A Day’. Setiap lagu menambah sentuhan pada mahakarya yang menggambarkan momen ketika sebuah hubungan menjadi terlalu berat untuk dipikul, berjuang melawan malam-malam tanpa tidur dan kenangan yang terus mengganggu, serta menghadapi ketidakmungkinan untuk memutar balik waktu. Mereka melewati kesedihan dan nostalgia menuju penerimaan, pada akhirnya menegaskan bahwa bahkan dalam akhir, cinta itu nyata, bermakna, dan layak dipilih, karena koneksi sejati bukanlah tempat yang harus dicapai, melainkan perasaan yang dibawa bersama.
Dengan I’ll Remember To Forget You, Tilly Birds menawarkan lebih dari sekadar kumpulan lagu; ini adalah teman yang lembut bagi siapa pun yang belajar melepaskan genggaman pada masa lalu sambil menghormati apa yang pernah ada. Berakar pada kerentanan dan kejujuran emosional, album ini mengundang pendengar untuk duduk bersama kenangan mereka, merasakan sakitnya, dan perlahan menemukan kedamaian dalam melepaskan.
Like what you read? Show our writer some love!
-