EVAN tengah membangun identitasnya sebagai artis solo yang memproduksi karyanya sendiri melalui mini-album pertamanya. Dirilis pada 7 September, DEATH OF ME menampilkan sang artis solo K-pop yang memimpin proses kreatif di seluruh delapan lagu, mulai dari penulisan lagu, produksi, hingga arahan kreatif album secara keseluruhan.
Jelang perilisannya, DEATH OF ME telah melampaui 500.000 pre-save di Spotify, menjadikannya album dengan pre-save terbanyak oleh seorang penyanyi solo K-pop dalam sejarah platform tersebut, menurut BELIFT LAB.
Inti dari album ini adalah ‘Death of Me’, lagu utama bergenre pop R&B yang ditulis bersama oleh EVAN. Lagu ini menggambarkan tekadnya untuk tetap setia pada dirinya sendiri saat ia memasuki babak baru, yang ditekankan melalui pernyataan: “Ain’t the death of me.”
Video musik yang menyertainya menampilkan EVAN di atas panggung dan berpusat pada konsep “LIVE”, yang memainkan makna ganda dari kata tersebut: hidup dan tampil.
Dalam album DEATH OF ME, EVAN beralih antara genre pop, rock alternatif, indie pop, dream pop, dan R&B. Proyek yang terdiri dari delapan lagu ini dibuka dengan ‘Not Enough’, ‘Noise’, dan ‘Ride or Die’, sebelum dilanjutkan dengan ‘Twilight’, ‘Immature’, ‘Overflow’, dan ditutup dengan lagu ‘Going Home’.
Melalui album ini, EVAN menelusuri perkembangan dari intensitas menuju introspeksi, yang semakin memperkuat arah musik yang ingin ia kejar sebagai artis solo.
Like what you read? Show our writer some love!
7
