KAIA embrace the thrill of young love in heartfelt single 'hulog' — listen

KAIA menghadirkan sensasi cinta masa muda dalam single yang menyentuh hati, ‘hulog’ — dengarkan

Estimated:  reading

KAIA memasuki babak yang lebih lembut dan penuh perasaan melalui single baru mereka, ‘hulog’. Mengikuti kesuksesan cover lagu ‘Takedown’ yang viral dan antusiasme penggemar terhadap ‘Tanga’, grup P-Pop yang sedang naik daun ini kembali dengan lagu yang menggali sensasi, kerentanan, dan harapan yang muncul saat jatuh cinta.

Dibangun di sekitar pertanyaan “Bagaimana kamu jatuh cinta?”, ‘hulog’ mengarahkan fokusnya pada desiran romansa dalam bentuknya yang paling murni. Jika ‘Tanga’ mengeksplorasi hal-hal irasional yang dilakukan orang atas nama cinta, rilisan baru ini merangkul sisi emosi yang lebih ringan dan menggembirakan, mengulas kembali momen-momen yang pertama kali membuat hati berdebar. 

Bagi KAIA, lagu ini hadir pada titik yang bermakna dalam perjalanan mereka. “hulog datang pada waktu yang tepat karena lagu ini benar-benar mewakili posisi kami sebagai KAIA saat ini,” kata kelima anggota grup tersebut. “Setelah semua yang kami alami dari rilisan-rilisan sebelumnya dan cinta yang kami terima dari para penggemar, kami ingin membagikan sebuah lagu yang menunjukkan sisi kami yang lebih rentan dan tulus. Lagu ini bercerita tentang kerentanan, tentang membiarkan diri kami terbuka, mengambil risiko, dan merangkul emosi yang muncul saat sangat peduli pada sesuatu atau seseorang. Kami merasa ini adalah lagu yang sempurna untuk menandai babak baru ini karena lagu ini mencerminkan pertumbuhan kami tidak hanya sebagai artis, tetapi juga sebagai individu.”

Rilisan ini juga mempertemukan beberapa nama terkemuka yang membentuk OPM modern. ‘hulog’ diproduksi oleh Shadiel Chan dari Nine Degrees North bersama Ken Ponce, dengan Chan menghadirkan sensitivitas melodi yang sama yang telah menjadikannya salah satu pencipta lagu hits paling diakui di negara ini. Mereka membimbing KAIA dalam hal harmoni, ad-lib, dan interpretasi vokal sehingga memungkinkan mereka mengeksplorasi berbagai emosi dalam lagu tersebut, serta terhubung kembali dengan beberapa kenangan terindah mereka dan menghadirkan sentuhan hati serta keaslian yang lebih kuat dalam penampilan akhir. 

KAIA menggambarkan kolaborasi dengan Chan sebagai mimpi, seperti yang mereka sampaikan, “Bagi kami, ini juga merupakan mimpi untuk membawakan lagu yang diciptakan oleh Bapak Shadiel Chan dan Bapak Red Ridao. Kami sungguh bersyukur dan merasa terhormat telah bekerja sama dengan mereka dalam ‘hulog’, karena mereka dengan cermat membentuk suara dan emosi lagu tersebut sambil membimbing kami dalam menyampaikan perasaan yang tepat melalui vokal kami. Seluruh pengalaman ini membuat lagu tersebut semakin bermakna dan istimewa bagi kami sebagai artis.” 

Melalui ‘hulog’, KAIA terus membentuk identitas mereka melalui sebuah rilisan yang terasa lembut, penuh harapan, dan terbuka secara emosional. Didukung oleh produksi yang membangkitkan semangat dan rasa pertumbuhan yang jelas, single ini menandai langkah baru bagi grup ini saat mereka membagikan sisi yang lebih intim dari karya seni mereka.