Rachael Yamagata returns to Singapore this September for only Southeast Asia stop of 'Starlit Alchemy Tour'

Rachael Yamagata kembali ke Singapura pada bulan September ini untuk satu-satunya penampilan di Asia Tenggara dalam rangkaian tur ‘Starlit Alchemy Tour’

Estimated:  reading

Rachael Yamagata akhirnya kembali ke Singapura setelah lama dinantikan! Konser yang akan digelar pada 16 September di Foo Chow Hall ini menandai penampilan pertama penyanyi-penulis lagu tersebut di sini sejak 2018, sekaligus satu-satunya penampilannya di Asia Tenggara dalam rangkaian tur Starlit Alchemy Tour.

Bagi para penggemar di Singapura dan seluruh kawasan ini, ini lebih dari sekadar pertunjukan comeback. Yamagata telah lama menjalin ikatan khusus dengan pendengar di sini (ia telah tampil di negara ini sebanyak sembilan kali hingga saat ini), dan selama bertahun-tahun ia kembali untuk menyuguhkan pertunjukan yang intim dan mengungkap jiwa, yang terasa bukan sekadar konser, melainkan lebih seperti pengakuan larut malam yang dibagikan di antara teman-teman. 

Pertunjukan ini akan didasarkan pada album studio kelimanya yang mendapat pujian, Starlit Alchemy, yang dirilis melalui Jullian Records. Dirilis sembilan tahun setelah Tightrope Walker, album ini menandai dimulainya babak baru bagi Yamagata — sebuah babak yang dibentuk oleh duka, penerimaan, ketangguhan, dan pelepasan.

Ditulis sebelum dan selama tahun 2020, didanai melalui tur internasional, dan sebagian besar direkam di studio rumahnya di Pegunungan Catskill bersama kolaborator lamanya, Starlit Alchemy menggambarkan Yamagata yang sepenuhnya memegang kendali atas kariernya. Setelah 13 tahun mengelola kariernya sendiri tanpa terikat oleh genre atau kewajiban apa pun, ia kembali bukan hanya sebagai pencerita kisah patah hati yang pertama kali memikat hati para penggemar, tetapi juga sebagai seorang seniman yang mengubah rasa sakit, kenangan, dan transformasi menjadi sesuatu yang sinematik.

Yamagata pertama kali muncul pada awal tahun 2000-an melalui album debutnya yang mendapat pujian kritis, Happenstance, yang memperkenalkan lagu-lagu seperti ‘Be Be Your Love’, ‘Worn Me Down’, ‘1963’, dan ‘Reason Why’ — lagu-lagu yang hingga kini tetap menjadi ciri khas gaya penulisan lagunya yang jujur dan penuh pengakuan. Ia kemudian merilis album-album yang sangat dicintai, termasuk Elephants…Teeth Sinking Into Heart, Chesapeake, dan Tightrope Walker, sambil berkolaborasi dengan artis-artis seperti Liz Phair, Toots and The Maytals, Ray LaMontagne, Ryan Adams, dan Bright Eyes.

Musiknya juga telah mengukir jejak yang kuat di layar lebar. Selama bertahun-tahun, lagu-lagu Yamagata telah menjadi bagian dari soundtrack film dan televisi ternama, termasuk Grey’s Anatomy, yang membantu memperkenalkan gaya penulisan lagu yang menyentuh dan penuh emosi kepada penonton di seluruh dunia. Baru-baru ini, suaranya menjangkau gelombang pendengar baru melalui drama Korea Netflix yang populer, Something in the Rain, yang dibintangi oleh Son Ye-jin dan Jung Hae-in. Lagu-lagunya, ‘Something in the Rain’ dan ‘La La La’, menjadi lagu-lagu ikonik dalam serial tersebut, mengiringi kisah romansa yang lembut dan memperkenalkan musiknya kepada generasi baru penggemarnya.

Rachael Yamagata: Starlit Alchemy Tour — Live In Singapore dipersembahkan oleh Bandwagon Live, bekerja sama dengan The Rock Promotions, MAILIVE, dan MAISEAT

Rincian tiket sebagai berikut:

  • VIP Seated: S$208
  • GA Seated: S$138
  • GA Seated Early Bird: S$118
  • Upper Floor Standing: S$98

Tiket akan tersedia pada 9 Juli, pukul 11.00 WIB melalui RachaelYamagata.bandwagon.asia.