Latest on Instagram

Rimba drop vibrant debut album 'Technicolor Meeting' — listen

Rimba merilis album debut yang penuh warna ‘Technicolor Meeting’ — dengarkan

Estimated:  reading

Rimba membawa pendengar ke dalam simfoni pop melalui album studio perdana mereka, Technicolor Meeting. Sesuai dengan judulnya, album ini menangkap gradasi emosi dan pengalaman yang telah membentuk kuartet ini sepanjang hidup mereka.

Technicolor Meeting bagaikan melihat ke dalam cermin; narasi-narasi dalam album ini menyatu menjadi potret mentah dunia batin band, diekspresikan melalui beragam suara dan perpaduan lirik bahasa Inggris dan Indonesia. Gitaris Vari Rivano menjelaskan proses kreatif di balik album ini, berbagi, "Sebagai grup dari Indonesia, kami secara alami berpikir dan mengekspresikan diri dalam bahasa Indonesia. Namun, kami tumbuh dengan bahasa Inggris yang sama-sama hadir dalam kehidupan sehari-hari kami. Kami merasa kedua bahasa tersebut kaya dalam cara mereka masing-masing, dan hal itu memungkinkan proses kreatif kami mengalir lebih bebas—beresonansi tidak hanya dengan pendengar lokal, tetapi juga dengan penonton dari negara lain.”

Seperti keragaman yang diusung album ini, kekacauan terkontrol di balik proses pembuatan album turut menyumbang pesona yang menawan pada musiknya. Setiap lagu diciptakan dari percikan kreatif yang unik, menggabungkan ide melodi dari bassis Marvin Muhammad dan gitaris Vari dengan kontribusi naratif dari vokalis Latasya Dinar dan drummer Ivando Jeremy.

Aspek lain dari kedalaman dan substansi album yang kaya ini datang dari kolaborator-kolaborator yang memikat, yang memberikan sudut pandang baru yang segar pada setiap lagu. Bilal Indrajaya tampil sebagai vokalis tamu pada lagu yang telah dirilis sebelumnya, ‘Kampiun,’ dengan kontribusi instrumental dan vokal latar tambahan dari Refo Ramadhan, Nino Bukir, dan Michelle Limanjae.

Sesuai dengan akar musiknya, Technicolor Meeting menggambarkan emosi pendengar melalui ‘Pop Belantara’ karya Rimba, sebuah ranah yang melampaui batas genre, didorong oleh eksplorasi, atmosfer, dan dinamika yang tidak konvensional. Dengan Technicolor Meeting, Rimba tidak hanya menghadirkan sebuah album; mereka menawarkan perjalanan imersif melalui suara, bahasa, dan emosi. Dengan menggabungkan narasi pribadi, lirik multibahasa, dan aransemen inovatif, kuartet ini menciptakan pengalaman mendengarkan yang intim dan luas.