WOLF HOWL HARMONY's Brazil debut at Anime Friends was an emotional homecoming for GHEE — gig report

Penampilan perdana WOLF HOWL HARMONY di Brasil pada Anime Friends menjadi momen yang penuh emosi bagi GHEE — gig report

Estimated:  reading

Bagi kebanyakan artis, penampilan perdana di negara baru adalah soal menciptakan kesan pertama. Bagi WOLF HOWL HARMONY, penampilan mereka di Anime Friends di São Paulo menjadi sesuatu yang jauh lebih personal. 

Tampil di hadapan sekitar 30.000 penonton di festival tersebut, grup ini menyuguhkan penampilan penuh energi yang memadukan koreografi yang dinamis dengan momen-momen yang menyentuh hati. Namun bagi member GHEE, yang menghabiskan sebagian masa kecilnya di São Paulo, pertunjukan ini juga menandai kembalinya dia ke tempat yang pernah ia sebut sebagai rumah, setelah sekian lama dinanti.

“Kembali ke Brasil dan berdiri di atas panggung itu berarti lebih dari yang bisa saya jelaskan,” kata GHEE setelah pertunjukan. “Saya bisa bertemu langsung dengan komunitas LOVERED setempat untuk pertama kalinya, dan rasanya seperti membalas kebaikan kepada keluarga saya di sini.” 

Kuartet ini langsung menciptakan suasana yang tepat, membuka pertunjukan dengan ‘BAKUON -爆音-’ dan ‘Gachi Funk’—dua lagu yang dipenuhi pengaruh funk Brasil yang langsung memikat penonton. Di sela-sela lagu, para anggota menyapa penggemar dalam bahasa Portugis dan berbincang tentang anime favorit mereka, sehingga penampilan di festival ini terasa bukan sekadar perhentian dalam jadwal tur luar negeri, melainkan pertukaran budaya yang tulus.

Salah satu momen paling meriah terjadi ketika grup tersebut menyanyikan potongan-potongan lagu tema Dragon Ball dan Naruto secara acapella. Penonton langsung merespons, mengubah pertunjukan itu menjadi sesi bernyanyi bersama yang melibatkan seluruh festival—hal ini menegaskan betapa eratnya hubungan antara anime dan musik sepanjang akhir pekan tersebut. 

Momen paling mengharukan terjadi saat lagu ‘PLEASE’ dibawakan, sebuah lagu yang mencerminkan perjalanan grup tersebut bersama-sama melewati ketidakpastian dan harapan. Dimulai dengan aransemen acapella empat bagian, penampilan tersebut sejenak membuat penonton terdiam sebelum kemudian memicu salah satu reaksi penonton paling meriah malam itu.

“Orang-orang yang belum pernah mendengar musik kami sebelumnya langsung ikut bergoyang,” kata SUZUKI. “Saat itulah saya benar-benar memahami apa yang dimaksud orang ketika mereka mengatakan bahwa musik tidak mengenal batas.” 

Sepanjang penampilan, WOLF HOWL HARMONY juga memasukkan gaya tarian yang sedang tren di Brasil, sebuah penghormatan yang penuh pertimbangan terhadap budaya lokal yang membantu menjembatani jarak antara penampil dan penonton. Single terbaru mereka, ‘ココニイル Kokoniiru’—lagu penutup untuk anime Iwamoto-senpai no Suisen—disambut dengan para penggemar yang ikut bernyanyi dalam bahasa Jepang, sebuah bukti semakin berkembangnya basis penggemar internasional grup ini.

Menutup pertunjukan dengan ‘LOVE RED’, lagu yang menginspirasi nama basis penggemar mereka, WOLF HOWL HARMONY mengakhiri debut mereka di Brasil dengan cara yang tepat. Bagi GHEE, ini adalah kembalinya ke tanah air yang telah dinanti-nantikan selama bertahun-tahun. Bagi semua orang lain di atas panggung, ini adalah bukti bahwa ikatan tersebut telah terjalin jauh sebelum mereka tiba—dan bahwa Brasil mungkin hanyalah awal dari perjalanan grup ini melintasi Amerika Latin.